Sudah Punya Youtube, Google Perkenalkan Aplikasi Tangi, Platform Berbagi Video Pendek Inspiratif

1 minute read

Sekarang, aplikasi berbagi video pendek kembali ramai digunakan. Mulai dari aplikasi TikTok yang pernah diblokir Kominfo hingga Byte dan aplikasi pembuat video pendek lainnya, tengah digandrungi pengguna iOS maupun Android.

Tak ingin ketinggalan, Google juga merilis sebuah platform berbagi video pendek bernama Tangi.

Namun, berbeda dengan Byte dan TikTok (yang sempat di ejek sebagai aplikasi alay tahun 2018 lalu), Tangi memiliki tujuan untuk menginspirasi para penggunanya.

Tangi, aplikasi baru Google untuk berbagi video pendek

Dibuat dan dikembangkan oleh Area 120, aplikasi ini digunakan untuk berbagi video untuk mempelajari hal baru dan inspiratif.

Google menyebut bahwa pengguna dapat mempelajari berbagai skill mulai dari memasak, merakit, hingga melukis hanya dalam waktu 60 detik melalui video. Pengguna juga dapat berbagi proyek inspiratif yang tengah dikerjakan melalui Tangi.

Secara sederhana, Tangi lebih mirip Pinterest tetapi dengan konten berbentuk video. Karena terhitung aplikasi baru, Google menyatakan telah bekerja sama dengan para kreator untuk lebih dahulu merilis beberapa video di dalam Tangi.

Tangi, aplikasi berbagi video baru dari Google (Image: Google)

Di dalam aplikasi ini, pengunggah dengan penonton video dapat saling berinteraksi dan bertukar gagasan satu sama lain. Video di Tangi rata-rata memiliki durasi 60 detik dan tampil dalam berbagai orientasi. Google juga menyebut ada berbagai topik yang dapat dicari pada Tangi, mulai dari dekorasi, masakan, hingga ide untuk perjalanan. Pengguna juga bisa berbagi video rekaman hasil percobaan setelah melihat video dari kreator konten untuk mendapatkan komentar dari komunitas.

Sayangnya, meski dibuat oleh Google, Tangi baru tersedia di App Store (iOS) dan melalui website resmi saja.

Google also has a reputation for launching apps and services and then killing them a short while later, so who knows if it’ll still be around a year from now. But that’s probably why this is an experimental app rather than a full-blown release, allowing Google to gauge reactions and user behavior before deciding on the next step.

Comments