Seluk-Beluk E-Paspor: Manfaat, Keunggulan dan Bedanya dengan Paspor Biasa.

4 minute read

E-paspor mempunyai beberapa keunggulan dibanding paspor biasa. Misalnya: pemegang e-paspor bisa mendapatkan fasilitas bebas visa untuk negara tertentu. Selengkapnya

E-paspor Indonesia telah memperoleh sertifikat dalam Public Key Directory (PKD) dari International Civil Aviation Organization (ICAO) sehingga diakui oleh para negara anggota. [Perhatikan perbedaannya dengan Paspor biasa].

Masyarakat bisa mengajukan permohonan epaspor, baik permohonan baru maupun penggantian paspor, di 27 Kantor Imigrasi dengan melampirkan EKTP, KK, Akte Lahir/ijazah/buku nikah, paspor lama (bagi yang sudah punya paspor sebelumnya).

Untuk setiap permohonan e-paspor dikenakan biaya 650.000 rupiah. Selengkapnya.

Apa Keuntungan Punya E-Paspor?

“Data di e-paspor itu lebih lengkap dibanding paspor biasa. Kalau paspor biasa kan datanya hanya data pemegang saja. E-paspor datanya lengkap dan akurat seperti data biometrik,” tutur Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Heru Santoso.

Data biometrik ini sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) dan telah digunakan dalam paspor baru beberapa negara lainnya seperti Australia, Amerika Serikat, Malaysia, Inggris, Jepang, Selandia Baru, Swedia, dan lain-lain.

Sedikitnya ada empat keuntungan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) memiliki e-paspor. Dihimpun KompasTravel, Sabtu (19/11/2016), berikut daftarnya.

1. Data lebih lengkap

Sesuai pernyataan Heru Santoso yang dipaparkan sebelumnya, e-paspor memiliki data yang lebih lengkap dan akurat. Data biometrik ini mencakup sidik jari, juga bentuk wajah pemegang paspor yang bisa dikenali lewat pemindaian. 

2. Susah dipalsukan

E-paspor memiliki chip yang tertanam di dalamnya. Chip tersebut membuat paspor sangat sulit dipalsukan, sehingga terjamin keamanannya dibandingkan pemegang paspor non-elektronik. 

3. Autogate

Khusus warga Jakarta dan Bali, pemegang e-paspor tidak perlu lagi mengantre di pintu pemeriksaan imigrasi. Anda bisa langsung menuju autogate untuk memindai e-paspor sebelum masuk ke boarding gate. Hal ini tentu mempersingkat waktu antrean di bandara.

4. Lebih mudah mendapatkan penyetujuan visa kunjungan 

Pemegang e-paspor memiliki kesempatan untuk lebih mudah mendapatkan penyetujuan visa kunjungan. Hal ini disebabkan pemegang e-paspor akurat dan valid serta dapat dengan mudah diverifikasi oleh kedutaan negara yang didatangi.

5. Bebas visa Jepang

“Untuk penggunaan, e-paspor memiliki keuntungan seperti dalam kunjungan wisata. Pemilik e-paspor bisa berkunjung ke negara Jepang tanpa visa,” tutur Heru.

Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Apa bedanya? Jenis paspor manakah yang harus dipilih?

Jika Anda memilih paspor biasa, pengurusannya bisa dilakukan di semua kantor imigrasi. Anda bisa pergi ke kantor imigrasi kelas satu dan dua.

Sementara untuk paspor elektronik, Anda hanya bisa pergi ke beberapa kantor imigrasi. Untuk saat ini, pembuatan e-paspor hanya dilayani di Kantor Imigrasi Kelas I di Indonesia yakni DKI Jakarta, Batam dan Surabaya..

Dari segi kelengkapan data, e-paspor terbilang lebih lengkap dan akurat. E-paspor memiliki data biometrik yang mencakup sidik jari, juga bentuk wajah pemegang paspor yang tersimpan dalam chip dan bisa dikenali lewat pemindaian.

Data biometrik dalam e-paspor sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) dan telah digunakan di dalam paspor berbagai negara lainnya seperti Australia, Amerika Serikat, Malaysia, Inggris, Jepang, Selandia Baru, Swedia, dan negara-negara lainnya.

Chip yang tertanam di e-paspor membuat paspor sangat sulit dipalsukan, sehingga terjamin keamanannya dibandingkan pemegang paspor non-elektronik.

Bagaimana Cara Membuat E-Paspor?

1. Siapkan persyaratan yang diperlukan

Sebelum berangkat ke kantor imigrasi, siapkan syarat-syarat pembuatan e-paspor. Bawalah persyaratan yakni KTP, kartu keluarga (KK), akta kelahiran atau ijazah terakhir dan paspor lama.

Untuk membuat e-paspor tak perlu menunggu masa berlaku paspor biasa berakhir. Bawalah paspor biasa tersebut untuk diganti dengan e-paspor.

2. Datang ke Kantor Imigrasi Kelas 1

Untuk saat ini, pembuatan e-paspor hanya dilayani di Kantor Imigrasi Kelas I di Indonesia yakni DKI Jakarta, Batam dan Surabaya. Anda yang tinggal di luar daerah tersebut, harus datang ke kantor imigrasi yang telah ditunjuk.

3. Datanglah lebih awal ke Kantor Imigrasi

Ada baiknya datang lebih awal ke kantor imigrasi. Antrean pengurusan paspor dibatasi sampai pukul 10.00 WIB.

Sejak pagi biasanya antrean telah mengular. Walaupun Anda mengurus paspor biasa, e-paspor, paspor secara online wajib masuk dalam antrean.

3. Antre dan isi formulir

Petugas imigrasi akan memberikan nomor antre dan formulir dengan menstempel pembuatan paspor secara online, mengurus paspor biasa atau e-paspor. Anda akan mengantre untuk mendapatkan panggilan untuk pengurusan e-paspor.

Sambil menunggu panggilan, siapkan alat tulis untuk mengisi selembar formulir. Selanjutnya akan dipanggil untuk pemeriksaan kelengkapan dokumen.

5. Pemeriksaan kelengkapan dokumen

Nomor antrean akan diumumkan, Anda akan diarahkan menuju konter yang telah ditentukan. Petugas mempersilakan duduk dan meminta dokumen yang dibawa.

Setelah dokumen diperiksa, Setelah dokumen diperiksa, proses selanjutnya adalah pengambilan foto dan sidik jari. Setelah itu, petugas akan memberikan tanda terima permohonan paspor dan biaya pembuatan e-paspor.

6. Pembayaran

Setelah proses pengambilan foto dan sidik jari selesai, petugas memberikan bukti pembayaran pembuatan e-paspor sebesar Rp 655.000 dengan perincian: biaya paspor Rp 600.000 dan jasa TI Biometrik Rp 55.000.

Pembayaran bisa dilakukan lewat ATM atau konter bank yang ada di lobi Kantor Imigrasi. Nomor bukti pembayaran ini wajib disimpan dan dibawa saat pengambilan paspor.

7. Datang kembali 5 hari kemudian

Setelah proses pengambilan data biometris dan membayar biaya pembuatan e-paspor, Anda akan diminta datang kembali lima hari kemudian.

8. Pengambilan E-Paspor

Anda harus kembali lagi di hari yang ditentukan oleh petugas imigrasi. Waktu pengambilan paspor dari pukul 13.00 sampai 15.30 WIB.

Dimana Bisa Membuat E-Paspor?

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menambah jumlah Kantor Imigrasi (Kanim) penerbit e-paspor. Hal ini dilakukan lantaran tingginya permintaan warga dalam menggunakan paspor elektronik atau e-paspor.

Menurut Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando, penambahan tersebut dari 9 Kanim (Batam, Surabaya, dan 7 Kanim di DKI Jakarta), menjadi 27 Kanim. Kanim tersebut tersebar di wilayah Barat, Tengah, dan Timur Indonesia.

Berikut daftar 27 kanim penerbit e-paspor:

  1. Banda Aceh
  2. Medan
  3. Polonia
  4. Batam
  5. Jakarta Selatan
  6. Jakarta Barat
  7. Soekarno Hatta
  8. Jakarta Timur
  9. Jakarta Utara
  10. Jakarta Pusat
  11. Tanjung Priok
  12. Depok
  13. Bogor
  14. Tangerang
  15. Bekasi
  16. Bandung
  17. Semarang
  18. Yogyakarta
  19. Surakarta
  20. Malang
  21. Surabaya
  22. Tanjung Perak
  23. Balikpapan
  24. Makassar
  25. Manado
  26. Ngurah Rai (Bali)
  27. Jayapura

Penambahan jumlah kanim penerbit e-paspor juga merupakan satu di antara beberapa target kinerja Ditjen Imigrasi di Tahun 2019.

Itu dia informasi seputar E-Paspor, baik manfaat, keunggulan dan perbedaanya dengan Paspor biasa. Selain itu, semiga dengan disertakannnya cara membuat E-Paspor juga bisa membantu memepermudah dalam mengurus atau mengajukan E-Paspor di lokasi yang juga sudah di jelaskan diatas.

Comments