Apa itu JavaScript?

JavaScript merupakan bahasa pemrograman client-side sehingga seluruh prosesnya berjalan pada sisi pengguna bukan server. JavaScript diperlukan pada pengembangan website ketika kita membutuhkan suatu interaksi dari pengguna. Sesungguhnya website hanya menampilkan konten yang statis jika hanya menggunakan HTML dan CSS.

Karena diolah pada sisi client, JavaScript sangat bergantung pada pengaturan dan kemampuan browser ketika melakukan sebuah proses (compiling atau rendering pada DOM). Bahkan pengguna dapat sepenuhnya tidak mengizinkan JavaScript berjalan pada browser dengan menonaktifkan dukungan JavaScript pada browser.

Meskipun memiliki nama JavaScript bahasa pemrograman ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan bahasa pemrograman Java. Sebenarnya pada tahun 1995 Netscape melahirkan bahasa pemrograman ini dengan nama “LiveScript”, namun pada saat itu bahasa pemrograman Java sedang populer. Untuk memanfaatkan kepopulerannya, namanya pun diubah menjadi “JavaScript” dan benar bahasa pemrograman ini pun akhirnya memiliki popularitas yang tidak kalah dari Java.

Setelah diadopsi di luar Netscape, JavaScript distandarisasi oleh European Computer Manufacturer’s Association (ECMA) itulah sebabnya terkadang ada yang menyebutnya dengan ECMAScript.

Terdapat beberapa versi dari JavaScript. Pada tahun 2000 - 2010, ECMAScript 3 merupakan versi yang banyak digunakan ketika JavaScript sedang mendominasi. Selama waktu tersebut, ECMAScript 4 sedang dalam proses pengembangan dengan harapan akan memberikan improvisasi yang cukup signifikan, namun ambisi tersebut tidak berjalan mulus sehingga pada tahun 2008 pengembangan ECMAScript 4 ditinggalkan.

Walaupun begitu, ini bukan akhir dari JavaScript. Pengembangan digantikan dengan ECMAScript 5 dengan mengurangi ambisinya dan hanya melakukan perbaikan pada hal yang tidak jadi kontroversi. Pembaharuan tersebut berhasil dan akhirnya ECMAScript 5 rilis pada tahun 2009.

Lalu pada tahun 2015 ECMAScript 6 rilis** dengan membawa perubahan yang cukup besar termasuk ide - ide yang sudah direncanakan untuk versi 4. Mulai dari itu tiap tahun JavaScript melakukan update bersifat minor.

Dasar JavaScript

Wajar jika kita menemukan banyak buku JavaScript dengan halaman super tebal karena memang banyak sekali bahasan seputar JavaScript ini. Tetapi pada materi ini kita rangkum menjadi beberapa pembahasan penting yang Anda perlu ketahui. Tujuannya agar Anda familier dengan dasar - dasar JavaScript. Dengan memahami dasar-dasar JavaScript, nantinya diharapkan kita dapat terus berlatih sehingga terbiasa dengan penggunaan sintaksnya.

Ketika mempelajari bahasa pemrograman apapun pertama kita harus memahami logika yang mendasari dari penulisan script, meskipun secara sintaksis setiap bahasa pemrograman berbeda namun secara umum logikanya akan sama.

Maka dari itu hindari belajar dengan cara menghafal seluruh struktur kode yang dituliskan, tapi belajarlah dengan memahami tujuan dari kode yang dituliskan. Dengan memahami kode-kode yang ada dan dipadukan logika maka kita akan mudah dalam menghadapi suatu masalah - masalah yang ada ketika mengembangkan suatu aplikasi/web.

Pada akhir materi ini, kita akan mengenal tentang variabel, array, operator komparasi, if else statement dan masih banyak lagi. Sudah siap belajar?

Mungkin selama pembelajaran dasar JavaScript kita perlu mencoba coba kode yang sedang dipelajari, disarankan untuk gunakan tools online seperti glot.io ketika menjalankan kodenya. Atau Anda juga bisa mencobanya langsung pada console browser melalui DevTools. Silakan baca artikel berikut sebelum melanjutkan pada materi selanjutnya:

  • Glot.io: Code Editor dan Compiler Online Terbaik dapat diakses di sini
  • Get Started With Running JavaScript In The Console dapat diakses di sini

^_ materi pelatihan dicoding

Comments