EPL Game Week ke-22: Tottenham Hotspurs vs Liverpool FC

3 minute read

EPL GW 22 Away vs Tottenham Hotspurs Kick-off 00:30 Minggu, 12 Januari 2020.

Headsup

Lolos dari ujian awal tahun kala menjamu Shffield United dengan skor meyakinkan (2-0), Liverpool juga pede memasang pemain muda saat jamu Everton dalam laga puutaran ke-3 Piala FA.

Dalam laga Piala FA melawan Everton, debut pemain asal Jepang itu memang “seolah-olah tenggelam” oleh performa apik pemain binaan akademi Liverpool, Curtis Jones yang baru berumur 18 tahun. Lah emangnya laga yang berjalan 70 menit sebelumnya itu apa Jon? Apakah cuma main petak-umpet?

Dari sudut pandang sebagian fans dan media, mungkin terlihat seperti itu. Di babak pertama dalam laga derby itu, Takumi sering melakukan akselerasi ke pertahanan lawan namun hanya membukukan 1 tembakan dan sialnya meleset pula. Sering juga terlihat membuka tangannya, isyarat meminta bola, namun bola di arahkan langsung ke D. Origi dengan umpan membelah lautan yang khas.

Takumi, posisi aslinya di RB Salzburg memang gelandang serba-bisa yang lebih sering beroperasi di sisi-kanan dan sekali-sekali menusuk jauh ke pertahanan lawan dan melepas tembakan jika ada kesempatan. Tetapi kali ini (laga lawan Everton) Minamino di plot di belakang Origi (skema 4-2-3-1) pada awal laga) sebagai gelandang menyerang.

Ketika dalam skema serangan (terlihat jelas dibabak kedua) terlihat posisi Origi kesamping kiri (posisinya lebih mendekat kearah gawang lawan khas Origi, wilayah operasinya sendiri, tidak di wilayah operasi S. Mane), sementara Minamino lebih maju ke depan menjadi penyerang tengah (ala Firmino) dan Harvey Eliot naik dan beroperasi di wilayah Mo Salah.

Takumi Minamino bermain dengan peran false nine ketika mealwan Everton, beberapa kali menusuk ke daerah di antara pemain tengah dan bertahan kemudian meminta bola.

Rating debut Minamino paling tinggi cuma 7/10 menurut media Inggris sono. Ah masa?Mengecewakan donk? #meybiyesmeybino 😁 Sementara komentar J. Klopp soal debut Minamino di akhir pertandingan justru: “Positif, mengesankan, luarbiasa!”

Apakah cuma mulut manis a.k.a abang-abang-lambe?

Kops, Firminho itu sebelum gabung Liverpool dikenal sebagai gelandang versatile. saat main di Hoffenheim juga gaya mainnya mirip dengan Minamino di RB Salzburg. Yang ketika J. Klopp datang bakatnya disesatkan menjadi striker palsu (yang komplet) dengan peran utama sebagai “pembuka ruang dan pencipta peluang/kesempatan” bagi pemain yang berada di sekitarnya.

Errmm… Minamino ketika itu sedang di-plot untuk menjalani peran False Nine ketika Firminho tidak bermain. Klopp mungkin berpikir karakter Minamino cocok sebagai pengganti Firminho. Dan dalam laga derby kemarin lusa, dia sudah punya gambaran tentang bagaimana meletakkan pion yang baru ini.

Oh, iya, soal umpan yang sering melewatkan Minamino, malah kemudian ada fans yang menyalahkan pemain favorit Palbat (selain kapten panutan Ketcje) yang kemudian mereka caci sebagai Lalaknut. Waddepak, bukannya selama ini memang begitu alur serangan yang dibangun ketika ipul memainkan 2 gelandang pivot? Wijnaldum dan Keita yang bisa memainkan peran gelandang kreatif gak main loh waktu itu… Itulah kenapa nantinya di babak kedua Adam Lallana akan digantikan Mane (yang batal karena Jones keburu bikin goal, bukan Ox) untuk memecah kebuntuan.

Sementara itu, New Balance sebagai pemasok apparel resmi yang menggantikan Warrior dimasa-masa sulit (sejak 2015) kini dilepas. Liverpool FC resmi mengumumkan kontrak baru dengan Nike yang mulai berlaku pada 1 Juni 2020 bertepatan dengan The Reds boyongan ke fasilitas pelatihan baru di Kirkby. Meski sebelumnya sempat berselisih, LFC tetap tak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka atas jasa selama lima tahun terakhir.

Insight

  1. Tottenham hanya mampu menang sekali dari 14 laga (seri 4 kali, kalah 9 kali) terakhir mereka lawan Liverpool. Kemenangan terakhir diraih di Stadion Wembley pada Oktober 2017 dengan skor mencolok 4-1.
  2. Setelah 5 kekalahan beruntun dalam laga tandang selama (2008-2012), Liverpool baru kalah sekali dari 6 kali laga (menang 3 kali, imbang 2 kali) kala melawat ke Tottenham Hotspurs Stadium.
  3. Tottenham memenangkan 6 laga dari 10 laga kandang melawan pimpinan klasemen (imbang 1 kali, kalah 3 kali), meski dalam 2 laga terakhir mereka menderita kekalahan (masing-masing melawan Manchester City pada April 2018 dan Liverpool FC pada September 2018).
  4. Liverpool belum terkalahkan dalam 8 laga tandang ke kota London, memenangkan 3 laga terakhir berturut-turur. Tetapi, Liverpool belum pernah menang 4 kali berturut-turut sejak Oktober 1989.
  5. Hanya Norwich City yang sama-sama mencatat rekor nirbobol paling sedikit milik Tottenham musim ini. Sementara itu, Liverpool selalu mencetak gol dalam 29 laga terakhirnya. Hanya Manchester United yang punya torehan rekor lebih baik dengan 36 laga beruntun hingga berakhir pada November 2008

Pre-match

Sebelum laga Tottenham Hotspurs vs Liverpool FC dini hari, ada laga Crystal Palace vs Arsenal FC (19:30 WIB) dan Manchester Utd. vs Norwich City (22:00 WIB)

Match

After-match

Comments