EPL Game Week Ke-28: Watford FC vs Liverpool FC

2 minute read

EPL GW 28: Watford FC vs Liverpool FC. Minggu, 1 Maret 2020 Pukul 00.30 WIB (UTC+7). Skor akhir: 3-0 untuk kemenangan Watford”

Tanpa Naruto, Konoha hancur lebur.

Naruto, ialah sosok yang tak dianggap ada.

Pada awalnya, tak ada yang mengakui eksistensinya, terkucilkan. Hanya orang terdekatnya yang bisa memandang secara gamblang pribadi dan kemauan keras yang ada dalam dirinya.

Dalam prosesnya, sebelum dia menjadi Hokage di desa Konoha pada akhir cerita, tak ada halangan yang dilaluinya dengan mudah. Tak menyerah, terus melangkah. Semua penderitaannya pun berbuah, ia dielukan sebagai pahlawan, mendapatkan pengakuan. Dengan bantuan dan kepercayaan dari sahabat-sahabatnya yang lebih kompeten.

Tahu kan ketika tanpa Naruto, Konoha hancur lebur.

Konoha gakure boleh punya ninja dengan kemampuan tingkat tinggi. Tapi, ketika Naruto tak hadir di sana, Konoha pun porak poranda.

Merindukan Bekpass Lord Hendokage.

Henderson, Kapten Liverpool, adalah pemain bola yang punya skill biasa-biasa saja. Tak bisa dipuja macam Messi, Ronaldo atau bahkan Gerrard. Tetapi, di masa ke-kapten-annya, Liverpool sudah mengangkat 3 trofi kejuaran.

Tanpa Lord Henderson, Liverpool FC Hancur Lebur

Dan sebentar lagi gelar pertama sebagai juara liga di era kompetisi Premier League, sekaligus dahaga 30 tahun hampir pasti usai di eranya.

Cukup memenangkan 4 laga di depan. Liverpool FC juara, Henderson pun pegal angkat piala.

Tapi apa lacur, ketika butuh kemenangan, sang kapten sedang cuti.

#WATLIV 3-0

Menariknya, bukan kali ini saja Liverpool jadi korban bullying Watford. Ketika awal-awal Jurgen Klopp datang, Watford mampu tumbangkan Liverpool di bulan Desember 2015. Dengan skor yang sama: 3-0, tanpa balas.

Liverpool sudah pernah kalah 3-0 ketika bertandang ke Viacarage Road Stadium pada Desember 2015

Permainan Liverpool kali ini hancur lebur, tanpa visi. Bermain dominan dengan penguasaan bola yang luar biasa. Mo Salah dkk. tak mampu tembus pertahanan Watford FC yang dikawal Ben Foster. Ternyata Watford lebih digdaya. Tank-tank, artileri, bahkan infanteri, terpakir rapi. Meninggalkan ranjau di garis depan, menunggu kesempatan datang ketika musuh menginjaknya, dan boom.

Liverpool bermain kurang sabar. Ketika mencoba sabar, malah terlalu sabar. Alhasil, gawang Alisson jebol 3 kali di babak kedua. Liverpool terpedaya, Ranjau yang ditebar, mampu menjegal misi mengejar invincible Arsenal.

Dejan Lovren, Raja Lawak.

Entah apa yang dipikirkan oleh Klop. Lovren boleh jadi bek tengah yang lumayan, setidaknya pernah menyumbang beberapa goal yang menyelamatkan Liverpool. Tetapi, jika ada pemilihan Raja Lawak, fans pasti sepakat bahwa bek antik yang satu ini adalah yang paling layak mendapatkannya. Meskipun terkesan tak adil, memang kenyataannya demikian.

Virgil van Dijk is an organiser supreme for Liverpool, but needs help. (Image: Photo by Matthew Ashton - AMA/Getty Images)

Dan Watford sepertinya sadar betul bagaimana meng-eksploitasi bek yang menjadi kelemahan Liverpool malam ini.

Watford striker Troy Deeney has admitted that the Hornets had identified defender Dejan Lovren as a weak point in the Liverpool defence ahead of the Reds’ shock 3-0 defeat. — via LiverpoolEcho

Gol pertama, Lovren milih bertarung dengan Troy dan malah kena kempit. Gol ke-dua Ismaila Sarr juga berkat andil Troy.

Dan sebagai Raja Lawak, Lovren punya pengaruh besar. Vand Dijk, Robertsorn dan Arnold ikut-ikutan melawak meski tak lucu. Gol ke-3 berawal dari bek pass Arnold yang berhasil di rebut Ismaila Sarr, sejawat Sadio Mane di Timnas Senegal.

Way to go…

Sepertinya, Liga Inggris tak akan membosankan lagi. Sejak para manajer di kasih bocoran pelatih Atleti.

Still, #YNWA Lads.. Keinginan fans cilik MUnyuk pun sebagian sudah terkabul. Big thanks to Watford, dan Eyang Wenger boleh tersenyum lebar.

Comments