Kemenangan atas Manchester United (MU) pada akhir pekan lalu membuat Liverpool kian mantap bercokol di puncak klasemen dengan koleksi 64 poin. Liverpool kini unggul 16 poin dari juara bertahan sekaligus pesaing terdekat Manchester City (48) yang ada di posisi kedua dan sehari sebelumnya gagal menang.

Fakta statistik di atas memperbesar peluang Liverpool memenangi perburuan juara Liga Inggris musim ini. Liverpool bahkan tercatat menjadi tim ‘terbersih’ di Eropa musim ini, menurut rilis data sebuah survei pada Senin.

Skuat asuhan Juergen Klopp tersebut rata-rata hanya membuat 8,1 pelanggaran per pertandingan hingga saat ini di musim 2019-20, jumlah terendah dari setiap klub di 35 liga domestik Eropa yang dimasukkan dalam survei CIES Football Observatory, sebagaimana dilansir Sky Sports. Liga Inggris juga mencatatkan pelanggaran paling sedikit per pertandingan dengan 20,4 dari 35 kompetisi yang telah disurvei.

Selain Liverpool, delapan dari 18 posisi teratas dalam daftar klub ‘terbersih’ Eropa berasal dari Inggris yaitu Newcastle, Bournemouth, Leicester, Chelsea, Norwich, Tottenham dan Manchester City. Klub Denmark Silkeborg berada di urutan kedua setelah Liverpool, sedangkan Hamburg berada di urutan ketiga.

Liga Super Denmark berada di urutan kedua dengan catatan 21 kali pelanggaran per pertandingan, dengan Eredivisie Belanda di posisi ketiga dengan 21,6 pelanggaran.

Situs Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menunjukkan bahwa Liverpool hanya mendapatkan 23 kartu kuning dan satu kartu merah dalam 22 pertandingan liga mereka hingga saat ini. Hanya Leicester yang memiliki jumlah kartu lebih sedikit dari The Reds.

Meski kemungkinan besar menjadi juara Liga Inggris pada musim ini, Liverpool diprediksi tidak akan mengakhiri kompetisi tanpa kalah. Analis sepak bola senior Sportskeeda, Scott Newman, menyebut ada tiga faktor yang menjadi penghalang Liverpool menyamai gelar Arsenal yang pernah menjadi juara dengan status ‘tak terkalahkan’.

Menurut Scott, penyebab utama Liverpool akan kesulitan untuk tidak terkalahkan adalah karena mereka masih memiliki banyak pertandingan menghadapi tim-tim sulit. Pekan ini, skuat asuhan Juergen Klopp akan bertandan ke kandang Wolverhampton. Di laga berikutnya, mereka bakal melakoni laga derbi Merseyside kontra Everton.

Kemudian, Liverpool masih harus menghadapi Manchester City di Etihad, kemudian melawan dua tim raksasa London, Arsenal dan Chelsea di bulan April. Kemudian, Scott menyebut Liga Champions sebagai kompetisi yang dapat memengaruhi kondisi seluruh pemain. Status juara bertahan yang tersemat di dada penggawa Liverpool dianggap akan berhadapan dengan lawan berat, yakni Atletico Madrid pada babak 16 besar.

Menurut Scott, hal tersebut pernah dialami oleh Arsenal di musim 2003-2004. Tim berjuluk The Gunners itu masih menjadi satu-satunya tim berstatus ‘Invincible’ atau meraih gelar Liga Primer Inggris tanpa terkalahkan. Namun di Liga Champions pada musim yang sama, Arsenal harus tersingkir di babak perempatfinal.

Yang terakhir, Scott menitikberatkan analisisnya pada supporter Liverpool yang dinilai menggebu-gebu bahwa timnya akan segera juara musim ini. Menurutnya, antusiasme berlebihan penonton dapat menjadi bumerang bagi diri mereka jika harapan tak sesuai dengan realita.

Mo Salah’s goal against Manchester United was an example of the very best kind. (Image: Michael Regan/Getty Images)

Menurutnya, Liverpool memang memiliki kans besar untuk juara. Meski demikian, Mohamed Salah dan kawan-kawan masih memiliki jalur panjang menuju titel juara, terlebih lagi untuk menyamai rekor Arsenal sebagai tim yang tak terkalahkan merebut trofi Liga Primer.

Striker Paris St-Germain (PSG) Kylian Mbappe ikut mengakui kualitas permainan Liverpool yang spektakuler musim ini. Bahkan, ia menganggap skuat the Reds bermain layaknya mesin.

Mbappe sempat dikaitkan dengan Liverpool sebelum pindah ke PSG pada 2017 di harga 165,7 juta poundsterling. Jurgen Klopp waktu itu menganggap harga Mbappe tak sesuai dengan keuangan klub.

Hingga kini, Mbappe mengakui beberapa kali menyaksikan Liverpool berlaga dari layar kaca. Ia merasa kagum dengan performa anak asuh Klopp.

“Apa yang Liverpool lakukan saat ini sungguh luar biasa. Mereka seperti mesin, mereka menemui ritme permainan yang tepat,” kata Mbappe dilansir dari BBC pada Selasa, (21/1).

Striker berusia 21 tahun itu merasa saat melihat permainan the Reds, sebagian orang menganggap hal itu mudah dilakukan. Padahal menjaga ritme permainan hingga tak pernah kalah bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Dalam 21 laga di Liga Primer saja, the Reds menang 20 diantaranya dan sekali imbang.

“Mereka belum pernah kalah. Mereka sungguh fokus, mereka main hampir tiap tiga hari sekali dan selalu menang,” ujarnya.

Ia menyebut saat ini mayoritas pertandingan Liverpool diamati pelatih dan pemain sepakbola untuk menemukan titik lemahnya. Sehingga Klopp mesti terus berinovasi mencipta alternatif.

“Masalahnya sekarang semua orang memantau mereka. Jadi mereka harus menunjukkan tetap kuat tiap pertandingan,” ucapnya.

Cuplikan laga dan gol Liverpol vs MU bisa dilihat di sini

Comments