Perbandingan Flagship Murah: Xiaomi Mi 10 vs Poco F2 Pro vs realme X50 Pro 5G

10 minute read

Meski identik dengan pandemi yang menghantam semua segi kehidupan manusia di seluruh dunia, tahun 2020 juga merupakan tahunnya konsumen ponsel yang mendambakan kinerja ponsel flagship dalam rentang harga yang masih terjangkau.

Berkat pergerakan beberapa vendor ponsel yang menanamkan salah satu chipset terbaik saat tulisan ini dibuat, yakni Qualcomm Snapdragon 865. Sebuah chipset Octa core yang membawa 1 inti kryo 585 2,84 GHz, 3 inti Kryo 585 2,42 GHz dan 4 inti Kryo 585 1,8 GHz. Dengan ditemani GPU Adreno 650.

Sebenarnya dengan membawa chipset yang sama, ponsel-ponsel ini akan memiliki kemampuan yang hampir setara. Tapi, tentu saja kualitasnya akan dikembalikan tergantung dari pendekatan vendor dalam meracik UI, dan mengolah spek hardware lain, termasuk memori dan baterai.

Tapi, ya tetap kita penasaran nih, gimana sih kinerja ponsel dengan Snapdragon 865 yang ada di pasar Indonesia saat ini. Oh iya ya, syarat pertama harus terjangkau, alias memiliki harga di bawah rata-rata flagship yang menjual produknya di kisaran harga 15 juta ke atas.

Kami menemukan tiga produk yang tepat, yakni Xiaomi Mi 10, Poco F2 Pro dan terakhir ada realme X50 Pro 5G. Kira-kira dari penerawangan kami, apa saja sih bedanya? Check this out!

https://media.gizmologi.com/file/w_1200,h_675,c_fit,q_80/advantages-disadvantages-of-pocophone-idr-6-millions.jpg) Poco F2 Pro via gizmologi.com

Harga dan Pilihan Varian

Masuk ke dalam tulisan ini sih bagusnya punya harga di bawah 10 juta, ya? Tapi sayangnya tidak demikian. Beda tipis sih, dan relatif masih lebih murah ketimbang flagship-flagship lain yang ada di pasaran.

Poco F2 Pro merupakan produk yang paling murah yang kita bandingkan kali ini. Dan satu-satunya yang memiliki dua varian untuk menjawab kebutuhan berbeda para pengguna ponsel. Sekedar mengingatkan, F2 Pro dijual dengan harga resmi Rp 6.999.000 untuk varian RAM 6GB + ROM 128GB, dan Rp 7.999.000 untuk varian RAM 8GB + ROM 256GB. Harga varian tertingginya masih lebih murah ketimbang dua produk lainnya.

Paling mahal ada realme X50 Pro 5G yang dibanderol denga harga resmi Rp 11.999.000. Tapi menawarkan varian memori yang paling besar, yakni RAM 12GB + ROM 256GB. Bagaimana dengan Mi 10?

Xiaomi Mi 10 awalnya dijual dengan harga resmi Rp 9.999.000 atau menyentuh batas ambang 10 juta. Tapi kabar gembira buat kamu yang sempat tertarik lalu mundur pelan-pelan melihat harganya, karena sekarang produk dengan RAM 8GB + ROM256GB ini dibanderol hanya Rp 8.999.000. Turun sejuta gan! Lumayan, sisa sejutanya bisa dibelikan casing yang bagus dan traktir pasangan, mungkin. Halo, jomblo!

Xiaomi Mi 10 Pro Xiaomi Mi 10 Pro via 4gnews.pt

Desain dan Display

Dari penampakan ponsel, ketiganya tidak memberikan perbedaan yang berarti. Tiga-tiga nya dibuat dalam bentukan khas smartphone jaman sekarang dengan mengandalkan layar sentuh sebagai sarana interaktif, dan ketiga-ketiganya menampilkan layar ini di hampir semua permukaan bagian depan.

Jenis panel yang digunakan pun ternyata sama, yakni Super AMOLED. Jadi sudah barang tentu, layar akan mampu menampilkan antar muka ponsel dengan cemerlang dan tingkat kontras yang tinggi. Seperti halnya ponsel-ponsel dengan layar Super AMOLED lainnya.

Hanya saja nih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Karena rupanya ada perbedaan yang menarik di sisi refresh rate. Tapi sebelum membahas itu, ketiga ponsel ini sama-sama menampilkan resolusi FHD+ dengan perbedaan di bentangan layarnya. Sehingga berpengaruh pada ketajaman gambar yang sejujurnya kalau menurut saya tidak terlalu terlihat.

Untuk resolusi, Poco F2 Pro dan realme X50 Pro 5G sama-sama menampilan 1080 x 2400 pixel. Sementara Mi 10 1080 x 2340 pixel. Untuk bentangan layar Poco F2 Pro dan Mi 10 sama-sama berada di 6.67 inci. Sementara realme X50 Pro 5G memiliki layar dengan ukuran bentangan 6.44 inci.

Dengan demikian maka Mi 10 dan Poco F2 Pro menampilkan layar yang lebih lega sedikit. Dimana di Mi 10 layar Super AMOLED sedikit meluap ke bagian tepi kanan dan kiri, sementara di Poco F2 Pro layarnya rata dengam bagian bezel.

Sementara itu layar Mi 10 dan X50 Pro 5G sudah dilengkapi dengan refresh rate tinggi layaknya ponsel-ponsel flagship. Meski masih 90 Hz, dipercaya refresh rate segini bisa menampilkan gambar yang mulus, tanpa mengurangi daya terlalu berlebih. Ciamik kan? Sayang

Poco F2 Pro boleh sih kalah dari sisi refresh rate, tapi dari sisi lain ponsel ini punya keunggulan di layar. Yes, layar ponsel ini tidak diganggu oleh hadirnya lubang kamera secuil pun. Artinya kita bisa secara leluasa memiankan jari di atas layar tanpa gangguan. Baik saat melakukan browsing foto mantan, atau bermain game PUBG Mobile.

Pasalnya, ponsel ini membawa mekanisme retractable pada kamera selfienya nih gan. Jadi saat tidak digunakan, kamera selfie akan tersembunyi di bagian atas ponsel, dan baru akan muncul ketika akan digunakan. Meskipun kedua pesaingnya tadi juga membawa kamera selfie dalam desain puch hole, yang sebenarnya juga tetap memberi keleluasaan, tapi beda banget sih kalo di layar kitabenar-benar tidak ada lubang kecil yang berpotensi mengganggu perhatian.

Ngomongin desain punch hole yang dimiliki Mi 10 dan X50 Pro 5G, ini juga ada sedikit perbedaan. Dimana pada realme X50 Pro 5G, desain punch hole ini agak memanjang karena harus mengakomodasi 2 lensa kamera. Bandingkan dengan milik Mi 10 yang hanya menampilkan satu lubang kecil saja untuk menyimpan satu lensa kamera selfie.

Nah, selanjutanya kita akan membahas ketersediaan warna nih gan. Meskipun nantinya kita bisa mengganti tampilan ponsel dengan casing yang sesuai dengan pilihan kita, mungkin ada juga yang membutuhkan perangkatnya dibalut dalam warna yang cantik.

realme X50 Pro 5G menawarkan dua warna gradasi yang menarik. Yakni Moss Green alias hijau lumut dan Rust Red alias merah karat. Poco F2 Pro menawarkan 4 warna yang tertampil metalik, yakni biru, abu-abu, ungu dan putih. Sementara Mi 10 menawarkan dua warna metalik yakni coral green atau hijau karang, dan twilight grey alias abu-abu senja.

Tentu akan sangat subyektif sekali, karena setiap dari kita memiliki warna favorit masing-masing. Tapi ulasan warna ini sepertinya harus menutup perbandingan ketiga produk ini di sisi desain dan display.

Software UI

Xiaomi Mi 10 Xiaomi Mi 10 via itc.ua

Selanjutnya kita masuk ke pembahasan user interface atau tampilan antar muka. Seperti yang kita ketahui ketiga ponsel ini menawarkan UI yang berbeda. Ya, setidaknya dua di antara mereka ya. Yakni realme UI dan MIUI.

Untuk membandingkannya secara teknis tentu akan membutuhkan waktu yang lebih panjang karena akan membawa kita ke perhitungan efektivitas masing-masing fungsi software ini terhadap kinerja hardware yang dibawa. Namun kita bisa membandingkannya sekilas dari sisi kinerja membuka aplikasi, dalam penggunaan aplikasi, baik itu game maupun aplikasi yang membutuhkan memori virtual yang relatif besar.

Dari hasil pengamatan kami, kedua UI yang sama-sama berbasis Android 10 ini sudah dibuat sedemikian rupa agar dapat dinikmati dan mendukung kegiatan penggunannya secara tepat dan nyaman.

Seperti yang kita tahu, realme UI meskipun asih di versi pertama, merupakan UI yang berangkat dari Color OS yang sudah mengalami permak beberapa kali. Sehingga tampil sederhana, bersih dan to the point, meskipun masih ada beberapa hal yang masih dapat ditingkatkan.

Demikian pula dengan MIUI, saat ini, terutama yang digunakan secara pre instal oleh Mi 10 sudah merupakan versi terbaru yakni MIUI 12. Merupakan UI yang dikembangkan dari MIUI sebelumnya dengan tentu saja riset agar bisa digunakan dengan nyaman. Saat ini, meskipun tentu saja belum sempurna, sudah mampu menghilangkan sejumlah keluhan pengguna lama dan akan dapat mengakomodasi pengguna baru dengan tampilan sederhana dan mudah dimengerti.

Poco F2 Pro saat dijual pertama kali masih membawa MIUI versi 11. Namun tidak lama setelah itu update MIUI 12 sudah dapat diinstal oleh seluruh pengguna Poco F2 Pro dimana pun berada, termasuk di pasar Indonesia.

Hardware

Poco F2 Pro Poco F2 Pro via jd.id

Sekarang kita ulas bagian terpenting dari sebuah ponsel pintar, apalagi kalau bukan performa hardware. Di awal pembahasan sudah sedikit disinggung, bahwa ketiga smartphone ini membawa jeroan yang sama-sama tangguh yakni chipset Snapdragon 865 yang dibangun dengan pabrikasi 7nm.

Karena menggunakan chipset yang sama, otomatis konfigurasi prosesor yang dibawanya pun identik. Pembedanya ada di sektor memori. Seperti yang sudah diungkap sebelumnya, realme X50 Pro 5G menawarkan pilihan memori paling besar diantara ketiganya. Untuk RAM sendiri, baik realme X50 Pro 5G, Xiaomi Mi 10 maupun Poco F2 Pro sudah menggunakan LPDDR5.

Namun untuk storage internal, Poco F2 Pro jawaranya. Karena, hanya Poco F2 Pro saja yang sudah mengusung UFS 3.1 (varian RAM 8GB), sedangkan dua lainnya masih sebatas UFS 3.0. Secara teknis, penggunaan jenis memori internal ini membuat performa Poco F2 Pro setingkat lebih cepat ketimbang realme X50 Pro 5G maupun Mi 10.

Optimalisasi antarmuka MIUI terbaru di Poco F2 Pro, juga setidaknya cukup memberikan andil besar dalam mendongkrak kinerja keseluruhan dari performa hardware perangkat ini.

Bicara performa, tidak lepas pula oleh dukungan sumber power. Ketiga perangkat ini rata-rata sudah mengusung sistem manajemen power yang cukup baik. Termasuk sistem pendingin bodi yang paling maksimal.

Berdasarkan data teknis, Poco F2 Pro Dan Xiaomi Mi 10 sama-sama menggunakan teknologi LiquidCool 2.0. Teknologi pendingin ini terdiri dari beberapa layer serta vapor chamber yang meng-cover hampir 28% bagian bodi. Pendingin tersebut diklaim mampu turunkan panas CPU sampai 14 derajat celsius.

Sementara realme X50 Pro 5G menghadirkan vapor Chamber dan beberapa lapis grafit solid yang disebut 5D Vapor Cooling Pro. Pendingin ini mencakup hampir 100% sumber panas di dalam perangkat, dan diklaim 339% lebih tangguh dibanding versi sebelumnya.

Nah untuk sumber powernya sendiri, Poco F2 Pro mengandalkan baterai berkapasitas 4700 mAh, 500 mAh lebih besar dari realme X50 Pro 5G yang hanya menggunakan baterai 4200 mAh. Sedangkan baterai Xiaomi Mi 10 menjadi yang terbesar diantara ketiganya dengan kapasitas 4780 mAh.

Poco F2 Pro dan Mi 10 menawarkan teknologi pengisian daya cepat (fast charging) dengan daya 30 Watt, yang dapat mengisi penuh baterai dalam waktu 63 menit. Sedangkan realme X50 Pro 5G sudah disokong SuperDart Flash Charge 65W yang sanggup mengisi penuh baterai hanya dalam waktu 35 menit.

Ketiganya juga mendukung reverse charging, yakni kemampuan untuk mendelivery daya baterai ke perangkat lain. Istilah kerennya bisa dijadikan powerbank. Satu poin plus untuk Xiaomi Mi 10, ternyata perangkat ini sudah didukung teknologi fast wireless charging 30W dan reverse wireless charging 5W.

Di sektor koneksi, ketiga perangkat sudah mendukung network 5G, 4G LTE, WiFi6, Bluetooth 5.1, NFC dan USB type-C. Poin plusnya, Poco F2 Pro dan Xiaomi Mi 10 punya tambahan IR Blaster. Dengan koneksi ini, F2 Pro dan Mi 10 bisa difungsikan sebagai remote control perangkat elektronik rumah tangga.

Kamera

Realme X50 Pro Realme X50 Pro via indianexpress.com

Sektor fotografi, ketiga smartphone flagship ini sama-sama membawa Quad Camera di bagian belakang. Xiaomi Mi 10 dan realme X50 Pro 5G menerapkan struktur modul kamera berbentuk vertikal, dengan posisi di sisi kiri. Sedangkan Poco F2 Pro tampil lebih unik dengan susunan kamera melingkar di bagian tengah-atas.

Untuk konfigurasinya, Poco F2 Pro membawa sensor utama 64 MP, f/1.9, 26mm (wide), 1/1.72”, 0.8µm, PDAF + 5 MP, f/2.2, 50mm (telephoto macro), AF + 13 MP, f/2.4, 123 (ultrawide), 1.12µm + 2 MP, f/2.4, (depth).

Sementara realme X50 Pro 5G terdiri dari 64 MP, f/1.8, 26mm (wide), 1/1.72”, 0.8µm, PDAF + 12 MP, f/2.5, 54mm (telephoto), 2x optical zoom, PDAF + 8 MP, f/2.3, 13mm (ultrawide), PDAF + 2 MP B/W, f/2.4, (depth).

Keunggulan terbesar dimiliki oleh Xiaomi Mi 10. Pasalnya, smartphone ini sudah dilengkapi dengan sensor kamera dengan resolusi utama 108MP. Kamera ini didukung aperture f/1.7, (wide), 1/1.33”, 0.8µm, PDAF, OIS. Untuk kamera lainnya ada 13 MP, f/2.4, 12mm (ultrawide) + 2 MP, f/2.4, (macro) + 2 MP, f/2.4, (depth).

Untuk urusan perekaman video, Xiaomi Mi 10 dan Poco F2 Pro jagoannya. Karena keduanya sudah mendukung video beresolusi 8K, dan juga dilengkapi teknologi gyro-EIS untuk hasil rekaman yang stabil. Sedangakn realme X50 Pro 5G masih sebatas mendukung resolusi 4K saja.

Namun untuk urusan selfie, Poco F2 Pro dan Mi 10 sepertinya harus bertekuk lutut dengan realme X50 Pro 5G. Pasalnya, selain hadir dengan Dual Punch Hole Camera, sensor pembidik gambar perangkat ini juga punya resolusi terbesar diantara ketiganya, yakni 32 MP, f/2.5, 26mm (wide), 1/2.8”, 0.8µm + 8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide), 1/4.0”, 1.12µm.

Poco F2 Pro menerapkan model kamera depan pop-up dengan kekuatan 20 MP, f/2.2, (wide), 1/3.4”, 0.8µm, dan Xiaomi Mi 10 single Punch Hole camera 20 MP, f/2.0, (wide), 1/3”, 0.9µm.

Kesimpulan

Poco F2 Pro, realme X50 Pro 5G dan Xiaomi Mi 10 sama-sama menawarkan performa smartphone flagship yang sebenar-benarnya. Baik dari sisi hardware, fotografi, maupun kemampuan lainnya. Setidaknya untuk saat ini. Masing-masing perangkat pun punya kekuatan dan fitur jagoan tersendiri yang masih bisa dijadikan kebanggaan.

Hanya saja, dengan banderolan harga yang lebih terjangkau, Poco F2 Pro dan Xiaomi Mi 10 sepertinya lebih masuk akal untuk dijadikan buruan, ketimbang realme X50 Pro 5G yang bisa dibilang over price. Tapi kembali lagi, soal pilihan tetap ada di tangan Anda, dan yang pasti sesuaikan dengan kebutuhan serta isi dompet.

Sumber artikel: Ponsel.id (Ahmad Sanusi)

Comments