Time Travel Journey Experience to Indonesia in 1920-1930

5 minute read

Pada tahun 1920 hingga 1930 banyak peristiwa yang terjadi. Catatan sejarah yang terekam secara umum diurutkan sesuai alur waktu adalah sebagai berikut:

Tahun 1920

  • 27 Mei ISDV mengganti namanya menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (belakangan PKI). PKH menerbitkan tulisan-tulisan Lenin.
  • Technische Hoogeschool didirikan di Bandung (sekarang ITB: Institut Teknologi Bandung).
  • Sarekat Ambon didirikan.
  • Konflik antara kaum Komunis dan Sarekat Islam berkembang.
  • 25 Desember PKH bergabung dengan Komunis Internasional.

Tahun 1921

  • Juni, Jong Java mengadakan kongres di Bandung; Soekarno berbicara di kongres untuk menganjurkan pembaruan bahasa.
  • Fock menjadi Gubernur-Jenderal Hindia Belanda hingga 1926.
  • Timorsch Verbond didirikan.
  • Agustus, Tjokroaminoto ditangkap.
  • Oktober, Kongres Nasional ke-6 Sarekat Islam melarang anggota-anggota SI merangkap sebagai anggota partai-partai lain, termasuk PKI.
  • Banyak cabang Sarekat Islam terpecah menjadi (SI-Merah) yang mengikuti Semaun dan (SI-Putih) yang mengikuti Tjokroaminoto.
  • Semaun berangkat ke Uni Soviet.
  • Tan Malaka berusaha memulihkan perpecahan dalam Sarekat Islam.
  • PKI menolak Tjokroaminoto.
  • Sukarno muda mulai belajar di Technische Hoogeschool di Bandung.
  • Soeharto dilahirkan.
  • Hamengkubuwono VIII menjadi Sultan Yogyakarta.
  • Desember, Tan Malaka menjadi ketua PKI.

Tahun 1922

  • Perhimpunan Mahasiswa Indonesia didirikan di Belanda. Anggotanya antara lain Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Sutomo, Ali Sastroamidjojo, dan banyak lagi lainnya yang kelak memainkan peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan (dan dalam pemerintahan Republik Indonesia pada tahun 1950-an).
  • Maret, Tan Malaka dibuang dari Hindia Belanda.
  • April, Tjokroaminoto dibebaskan dari tahanan sambil menunggu bandingnya.
  • Ki Hadjar Dewantoro mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta, sebuah sekolah mandiri tanpa dukungan pemerintah untuk mengembangkan kesenian Jawa maupun pendidikan modern (anti-modernis); menciptakan istilah “demokrasi terpimpin”.
  • Indische Vereeniging di Belanda mengganti namanya menjadi Perhimpunan Indonesia. Anggotanya antara lain Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir; Tan Malaka dan Semaun berbicara dalam pertemuan-pertemuannya.
  • Semaun kembali dari Belanda.
  • Marah Roesli menerbitkan novel “Sitti Noerbaja”
  • Pemogokan berlanjut.
  • Kongres Al-Islam diadakan di Cirebon; perdebatan hangat pecah antara pandangan-anggota yang “modernis” dan “tradisionalis” tentang Islam.
  • Pelgrimsordonnantie disetujui; mulailah kontrol pemerintah terhadap perjalanan calon haji.
  • Fasilitas pelabuhan modern dibuka di Belawan untuk melayani Sumatra utara.

Tahun 1923

  • Februari, Partai Katolik didirikan.
  • Pemogokan kereta api oleh VSTP yang dipimpin pihak Komunis, Semaun sebagai pemimpinnya ditangkap dan dibuang; banyak serikat buruh yang kini didominasi Komunis.
  • Februari, Tjokroaminoto menata kembali Sarekat Islam menjadi Partai Sarekat Islam yang baru. Para pendukung komunis meninggalkan organisasi ini, dan membawa serta banyak anggota bersama mereka; Cabang-cabang SI Merah menjadi Sarekat Rakyat.
  • Tan Malaka ditunjuk sebagai agen Komintern untuk Asia Tenggara, dan berbasis di Guangdong, Tiongkok.
  • 12 September Persatuan Islam (atau Persis), sebuah kelompok modernis garis keras, didirikan di Bandung. Mohammad Natsir yang masih muda adalah salah satu anggota pertamanya.
  • Pasteur Institute dipindahkan dari Batavia ke Bandung.
  • Wajib militer diberlakukan untuk semua warga negara Belanda di Hindia.

Tahun 1924

  • Perserikatan Komunis di Hindia mengganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia, memutuskan untuk mengadakan pemberontakan. Musso bergabung dengan PKI.
  • “Sarekat Hijau” dibentuk oleh Belanda, anggota-anggotanya adalah pejabat-pejabat setempat, kaum kriminal, polisi, dll. yang pro-Belanda.
  • Dr. Sutomo mendirikan Indonesia Study Club.
  • Pelayanan pos udara pertama dari Batavia ke Amsterdam. Penerbangan memakan waktu hampir dua bulan.
  • Biro Malaria Pusat didirikan untuk mengoordinasikan program-program pemberantasan malaria.
  • Tan Malaka, pencetus Republik Indonesia lewat bukunya Naar de Republiek Indonesia 1925
  • Konstitusi baru: Dewan Hindia menjadi lembaga penasihat, Volksraad mendapatkan kekuasaan legislative terbatas. Gubernur Jenderal dan birokrasi tidak terpengaruh. Orang-orang Tionghoa secara resmi didefinisikan sebagai “vreemde oosterlingen”
  • Keanggotaan di Volksraad ditetapkan 60:30; 60 orang Belanda, 25 Indonesia, dan 5 anggota lainnya keturunan Arab atau Tionghoa.
  • Pemogokan yang dipimpin oleh PKI gagal, Tan Malaka berada di Singapura.
  • Sukarno mendirikan Generaal Study Club yang pro kemerdekaan di Bandung, menganjurkan kesatuan bangsa.
  • 23 September Jong Islamieten Bond didirikan di Jakarta; anggota-anggotanya antara lain adalah Haji Agus Salim dan Mohammad Natsir.
  • Tan Malaka mencetus bentuk negara Republik, lewat buku Naar de Republiek Indonesia
  • Sensor film diberlakukan.
  • Stasiun radio komersial pertama di Batavia.
  • Desember, para pemimpin PKI mengadakan rapat di Prambanan untuk merencanakan pemberontakan terbuka.

Tahun 1926

  • Belanda menangkap lebih banyak anggota PKI; Musso pergi ke Singapura. PKI mendapatkan instruksi dari Moskwa untuk memulai sebuah revolusi, lalu membatalkan instruksi ini. Musso merahasiakan instruksi yang kedua (instruksi untuk tidak memberontak).
  • 31 Januari Komite para ulama Islam berkumpul di Surabaya untuk mengirim sebuah delegasi ke Arab Saudi untuk memprotes syarat-syarat untuk para jemaah haji Indonesia. (Komite ini kelak menjadi benih Nahdlatul Ulama.)
  • Kongres Pemoeda I diadakan di Kota Solo pada tanggal 30 April s/d 2 Mei 1926, dg ketua Mohammad Tabrani (Jong Java)
  • 12 November PKI memberontak di Banten, Batavia, Bandung, Padang. PKI mengumumkan pembentukan sebuah republik. Pemberontakan ini dihancurkan oleh Belanda, yang menangkap sekitar 13.000 orang. Tan Malaka menentang pemberontakan.
  • Sukarno mendapatkan gelar insinyur dalam bidang Arsitektur di Bandung.
  • Sukarno menerbitkan serangkaian tulisan yang berjudul “Nasionalisme, Islam dan Marxisme”, dan menyerukan kerja sama antara ketiga gerakan ini.
  • De Graeff menjadi Gubernur Jenderal hingga 1931.
  • 31 Desember Kyai Haji Hasjim Asjari mendirikan Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi Muslim yang berkarya dalam bidang pendidikan, bantuan amal, dan bantuan ekonomi.

Tahun 1927

  • Januari, pemberontakan PKI di Silungkang, Sumatra Barat dihancurkan.
  • Februari, Hatta dan lain-lainnya menghadiri pertemuan anti kolonial di Brussel bersama dengan banyak nasionalis lainnya dari Asia dan Afrika.
  • 4 Juli Sukarno dan dr. Tjipto Mangunkusumo mendirikan Perserikatan Nasional Indonesia (PNI).
  • September, Hatta, Ali Sastroamidjojo dan lain-lainnya dalam Perhimpunan Mahasiswa Indonesia ditangkap.
  • Dr. Tjipto Mangunkusumo ditangkap dan dikirim ke pembuangan di Banda. Ia tinggal di pembuangan selama 11 tahun.
  • Hindia Belanda membangun kamp penjara Boven Digul di Papua untuk menampung para tahanan politik.
  • Kampanye anti narkotik: Hindia Belanda melarang penanaman koka dan hemp.
  • Desember, Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI), kelompok yang menaungi organisasi-organisasi nasionalis dibentuk di Bandung.
  • Jahja Datoek Kajo orang pertama yang berpidato menggunakan bahasa Indonesia dalam sidang Volksraad

1928

  • PNI mengganti namanya menjadi Partai Nasional Indonesia, menerima bendera Merah-Putih, Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman sebagai lagu kebangsaan.
  • Maret, Hatta dan pendukung-pendukungnya dibebaskan; pidato-pidato Hatta jelas-jelas anti Belanda.
  • 28 Oktober, Kongres Pemuda II di Batavia menerima “sumpah pemuda”: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Kongres diketuai oleh Sugondo Djojopuspito (PPI)
  • Muhammad Yamin menulis puisi “Indonesia tumpah darahku”.
  • KNILM didirikan sebagai perusahaan penerbangan resmi Hindia Belanda.
  • Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) didirikan di Bukittinggi sebagai organisasi pendidikan untuk kaum Muslim Minangkabau yang tradisionalis . 1929
  • Agustus, Pemerintah Hindia Belanda memperingatkan anggota-anggota PNI agar menghentikan aktivitas-aktivitas mereka.
  • Orang-orang Indonesia mendapatkan kursi mayoritas di Volksraad, yang tetap merupakan sebuah lembaga penasihat.
  • Belanda memulihkan para bekas penguasa Bali hingga menjadi penguasa setempat yang berkuasa di bawah wewenang Belanda, dalam sebuah upacara yang panjang di Besakih.
  • 29 Desember Soekarno dan pengikut-pengikutnya ditangkap di Yogyakarta. Mereka dipenjarakan di Bandung.

1930

  • Muhammad Husni Thamrin membentuk sebuah fraksi nasionalis di Volksraad; menuntut otonomi.
  • Pemerintah Hindia Belanda memulai produksi pesawat ringat secara terbatas di lapangan terbang Andir di Bandung (model AVRO-AL), dengan menggunakan sebuah rancangan Kanada dan kayu-kayu setempat.
  • Juni, Pangeran Surjodiningrat mendirikan Pakempalan Kawula Ngayogyakarta sebagai sebuah organisasi kebudayaan untuk penduduk Yogyakarta, yang menjadi sangat popular.
  • 18 Agustus Sukarno diadili di Bandung. Ia menyampaikan pidato-pidato yang membangkitkan semangat di pengadilan.
  • Jepang mendirikan Borneo Oil Company.
  • Gunung Merapi meletus dan membunuh 1300 orang.
  • Jamiyatul Washliyah didirikan dengan partisipasi yang besar dari orang-orang Batak Karo.
  • 22 Desember Sukarno dihukum empat tahun penjara karena kegiatan-kegiatan nasionalisnya.
  • PNI dibubarkan oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Comments